Menantu Trump, Jared Kushner, dan Steve Witkoff, utusan pemerintahan Trump untuk Timur Tengah, menurut sumber melontarkan nada keras kepada Ukraina. Mereka mengatakan AS frustrasi dengan serangan Kyiv terhadap kilang minyak Rusia, meski Washington berulang kali meminta serangan itu dihentikan.

Delegasi AS juga menjelaskan keputusan Washington membuat kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia dan berharap hal itu melunakkan Moskow dalam pembicaraan damai.

Kesepakatan tersebut, di mana Rusia akan memasok lebih dari 2,25 juta barel diesel ke pasar AS dan global, memicu reaksi keras dari beberapa anggota parlemen AS. Mereka menilai kesepakatan itu akan memberi Moskow dana untuk meneruskan perangnya.

Hari-hari berikutnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Trump saling mengkritik. Zelenskiy menyebut keputusan AS terkait kesepakatan diesel Rusia itu sebagai lemah. Sementara Trump menyerukan pemilihan umum di Ukraina dan pelengseran Zelenskiy.

Di balik layar, pejabat Amerika mengancam akan berhenti memberikan informasi intelijen kepada Kyiv mengenai peluncuran rudal Rusia yang kerap digunakan Ukraina untuk menggagalkan serangan. Trump lalu mengatakan bahwa Washington masih berbagi informasi intelijen dengan Ukraina.