Sementara itu, harga emas berada di level US$ 4.300 per ons, melanjutkan pelemahan hampir 2% sesi sebelumnya. Berdasarkan data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS), kondisi ini mendorong naiknya ekspektasi pasar terkait peluang kenaikan Fed Rate 25 bps pekan depan.
"Pasar price-in ekspektasi Fed hawkish akibat tekanan inflasi dari lonjakan harga energi, sehingga saham dan emas tertekan bersamaan meski minyak justru melesat akibat risiko geopolitik," terangnya.
Sementara berdasarkan riset MNC Sekuritas, pelemahan IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa saham global. Pelemahan tersebut terjadi imbas naiknya eskalasi konflik Timur Tengah yabg mengerek naik harga minyak dunia.
Di sisi lain, pelemahan rupiah yang terjadi hari ini juga menambah sentimen negatif terhadap pergerakan indeks saham. Investor juga tengah mencermati data PPI AS Agustus yang meningkat 0,4% MoM sesuai konsensus, tekanan utama berasal dari energi, dengan final-demand energy yang tercatat naik 4,2% MoM.