NADIKABAR.COM — Membiarkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) menetapkan aturan keamanannya sendiri ibarat meminta seorang remaja untuk menentukan sendiri jam tidurnya. Tidak tepat dan taruhannya sangat besar.

"Ini adalah hal paling berbahaya yang pernah didekati oleh manusia," ujar Gates kepada The New York Times.

Dalam perbincangan dengan kolumnis Ezra Klein, Gates mempertanyakan mengapa perusahaan AI diperbolehkan merilis teknologi canggih tanpa adanya langkah-langkah pengamanan. Ia membandingkan pendekatan tersebut dengan regulasi yang berlaku di bidang medis, keselamatan penerbangan, dan penggunaan sabuk pengaman pada mobil.

"Di bidang lain, apakah kita hanya akan berkata, 'Silakan, luncurkan saja obat-obatan Anda'? Padahal ada FDA (badan pengawas obat dan makanan), ada dewan keselamatan penerbangan, dan ada kewajiban penggunaan sabuk pengaman pada mobil," kata Gates.'

Gates bertanya-tanya apakah manusia hanya akan mengandalkan hukum pertanggungjawaban untuk menjaga keselamatan manusia. Dia mencontohkan seseorang yang mendistribusikan obat golongan opioid dan menunggu orang lain untuk menggugat tindakan tersebut.

Gates berpendapat bahwa masyarakat pada umumnya menerapkan langkah-langkah keselamatan sebelum ada pihak yang celaka, alih-alih sekadar mengandalkan gugatan hukum setelah kerusakan terjadi. Ia menyebut gagasan untuk memercayakan industri AI agar mengawasi dirinya sendiri sebagai sesuatu yang 'benar-benar gila'.

Isu mengenai perlambatan dan regulasi terkait AI sedang ramai diperbincangkan. Dario Amodei CEO dan pendiri Anthropic memulai seruan ini setelah muncul kekhawatiran sistem AI otonom yang dapat berkembang terlalu cepat.

Sam Altman CEO OpenAI sampai Elon Musk bosnya XAI juga sejalan. Musk bahkan menyatakan telah lama memperingatkan bahaya perkembangan AI yang dinilainya tidak terkendali. Demikian melansir Benzinga.