Menjaga keselamatan masyarakat adalah mutlak. "Anda tentu tak ingin memfasilitasi bioterorisme. Kita telah menciptakan sesuatu yang membuat kemampuan untuk melakukan kerusakan massal tidak lagi hanya dimonopoli oleh negara-terutama negara-negara besar," imbuhnya.
Namun, Gates juga memandang AI sebagai teknologi dengan kemampuan untuk kebaikan dan mengubah masyarakat dengan kecepatan jauh lebih tinggi. Berbagai industri di seluruh dunia akan terdampak.
"Seandainya ini hanyalah mesin yang bisa bekerja di bidang kedokteran atau hanya di hukum atau hanya di pendidikan, itu saja sudah akan sangat disruptif. Tapi (berdampak pada) tiap area aktivitas manusia, sejauh ini baru pekerja kerah putih, pekerjaan intelektual, tapi sebentar lagi akan mencakup aktivitas fisik dan pekerjaan kerah biru juga, melalui robot humanoid," sebutnya.
Namun, ia menambahkan, manusia memiliki pilihan tentang batasan apa yang mereka terapkan pada AI di dunia kerja. Beberapa profesi, seperti pengasuhan anak, olahraga, penyiapan makanan, dan seni, mungkin akan dikhususkan bagi manusia.