NADIKABAR.COM — Ctrl+Alt+Del diciptakan pada tahun 1981 oleh seorang insinyur IBM bernama David Bradley untuk memulai ulang (restart) PC yang nge-freeze tanpa harus mematikannya. Lebih dari satu dekade kemudian, Microsoft memilih kombinasi tombol tersebut sebagai kunci masuk yang aman untuk Windows NT. Bahkan hingga tahun 2026, Windows 11 masih menggunakannya untuk membuka layar keamanan.

Melansir Windows Latest, Rabu (28/10/2026), Bill Gates secara terbuka telah menyatakan penyesalannya atas pilihan tersebut lebih dari satu kali. Ia mengatakan bahwa ia sebenarnya lebih memilih penggunaan satu tombol saja.

IBM Personal Computer diluncurkan pada 12 Agustus 1981, dan Bradley adalah salah satu dari '12 Orang Pertama' (Original 12) insinyur yang membangun perangkat tersebut di Boca Raton, Florida. Ia juga menulis ROM BIOS-nya, yaitu kode tingkat rendah yang menjalankan mesin sebelum program lain dimuat.

Saat tim tersebut mengembangkan perangkat lunak untuk PC baru itu, mesin-mesin yang digunakan sering kali nge-freeze. Bradley mengungkapkan kepada Computerworld pada tahun 2007 bahwa PC tersebut terus menerus 'membeku'. Bradley mengungkap hal itu bisa terjadi setiap hari, setiap jam, bahkan setiap lima menit. Setiap kali PC dimatikan dan dinyalakan kembali, pengguna harus menunggu proses power-on self-test (POST) selesai.

Oleh karena itu, Bradley membuat sebuah rutin yang memungkinkan PC dimulai ulang melalui papan ketik, tanpa harus melalui proses POST.

"Alih-alih menunggu satu menit untuk menyalakan kembali PC, prosesnya menjadi jauh lebih cepat," ujarnya.

Menurut Lemelson-MIT, gagasan tersebut muncul dalam waktu beberapa menit saja, dan awalnya hanya ditujukan bagi para pemrogram serta orang-orang yang menyusun dokumentasi.

Seperti dicatat oleh The Register pada tahun 2013, tombol ketiga awalnya direncanakan sebagai tombol Esc, sebelum akhirnya digantikan oleh tombol Delete. Pada papan ketik IBM PC orisinal, tombol Ctrl dan Alt terletak di sisi kiri, sementara tombol Delete berada di papan angka (numeric keypad) di sisi paling kanan, sehingga untuk melakukan reboot, pengguna harus menggunakan kedua tangannya.

"Mungkin saya yang menciptakannya, tetapi menurut saya Bill-lah yang membuatnya terkenal," canda Bradley pada perayaan ulang tahun ke-20 IBM PC di tahun 2001, saat duduk dalam satu panel bersama Gates.

Versi cerita dari pihak Microsoft bermula pada Windows NT 3.1 yang dirilis tahun 1993. Tim NT membutuhkan secure attention sequence (SAS). Itu merupakan sebuah kombinasi tombol yang tidak dapat dicegat oleh aplikasi apa pun.

Menurut Larry Osterman dari Microsoft, arsitek keamanan NT, Jim Kelly, mencari kombinasi tersebut. Ia menemukan bahwa satu-satunya kombinasi tombol yang belum digunakan oleh aplikasi apa pun saat itu adalah Ctrl+Alt+Del, karena kombinasi tersebut digunakan untuk memulai ulang (reboot) komputer.

Dua puluh tahun kemudian, dalam acara peluncuran Harvard Campaign pada 21 September 2013, salah satu pendiri Carlyle, David Rubenstein, bertanya kepada Gates.

"Mengapa saat saya ingin menjalankan perangkat lunak dan komputer, saya harus menekan tiga tombol sekaligus,, Control, Alt, dan Delete?" lemparnya.

"Anda memerlukan tindakan pada papan tik yang memberi sinyal ke tingkat perangkat lunak yang sangat rendah, untuk memastikan bahwa sistem operasi yang dimuat memang sistem operasi yang Anda harapkan, bukan sekadar perangkat lunak iseng yang menampilkan layar menyerupai layar masuk (log-in)," jelas Gates.

Uniknya, ia kemudian menyalahkan IBM dengan berkata.

"Sebenarnya kita bisa saja menggunakan satu tombol khusus, tetapi perancang papan tik IBM tidak mau memberikannya kepada kita," imbuhnya. Gates pun menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah kesalahan.

Saat Rubenstein menyinggung hal ini kembali dalam 'Bloomberg Global Business Forum' tahun 2017, Gates mengatakan bahwa ia akan menjadikannya operasi satu tombol jika ia bisa melakukan satu perubahan kecil.

Ingatan Gates mungkin tidak sepenuhnya akurat. Windows NT 3.1 dirilis 12 tahun setelah IBM PC, dan Microsoft sendiri telah menyertakan tombol Windows pada papan tik sejak tahun 1994 melalui produk Natural Keyboard. Menanggapi hal tersebut, Ars Technica berkomentar, "Jika Bill Gates benar-benar menganggap Ctrl+Alt+Del sebagai sebuah kesalahan, seharusnya ia sendiri yang memperbaikinya".