"Mengapa saat saya ingin menjalankan perangkat lunak dan komputer, saya harus menekan tiga tombol sekaligus,, Control, Alt, dan Delete?" lemparnya.

"Anda memerlukan tindakan pada papan tik yang memberi sinyal ke tingkat perangkat lunak yang sangat rendah, untuk memastikan bahwa sistem operasi yang dimuat memang sistem operasi yang Anda harapkan, bukan sekadar perangkat lunak iseng yang menampilkan layar menyerupai layar masuk (log-in)," jelas Gates.

Uniknya, ia kemudian menyalahkan IBM dengan berkata.

"Sebenarnya kita bisa saja menggunakan satu tombol khusus, tetapi perancang papan tik IBM tidak mau memberikannya kepada kita," imbuhnya. Gates pun menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah kesalahan.

Saat Rubenstein menyinggung hal ini kembali dalam 'Bloomberg Global Business Forum' tahun 2017, Gates mengatakan bahwa ia akan menjadikannya operasi satu tombol jika ia bisa melakukan satu perubahan kecil.

Ingatan Gates mungkin tidak sepenuhnya akurat. Windows NT 3.1 dirilis 12 tahun setelah IBM PC, dan Microsoft sendiri telah menyertakan tombol Windows pada papan tik sejak tahun 1994 melalui produk Natural Keyboard. Menanggapi hal tersebut, Ars Technica berkomentar, "Jika Bill Gates benar-benar menganggap Ctrl+Alt+Del sebagai sebuah kesalahan, seharusnya ia sendiri yang memperbaikinya".