Pangolin Intelligence, perusahaan pelacak blockchain yang berbasis di Singapura, juga meyakini bahwa unit peretas Korut merupakan dalang serangan tersebut.
Seorang analis Pangolin Intelligence, yang meminta identitasnya tidak diungkap, mengatakan bahwa kesimpulan itu diperoleh setelah menganalisis aktivitas transaksi di blockchain yang berkaitan dengan peretasan tersebut dan membandingkannya dengan informasi dari sejumlah insiden sebelumnya.
"Saya kira permainan kucing-kucingan ini baru saja dimulai," kata analis tersebut, Jumat (30/10).
Ia menambahkan, Korut kemungkinan akan memanfaatkan jaringan organisasi pencucian uang untuk mengubah aset kripto hasil pencurian menjadi uang yang dapat digunakan.
Perusahaan pelacak kripto lainnya, Chainalysis, mengaku sedang memantau pergerakan dana hasil pencurian yang berpindah melalui sejumlah jaringan blockchain, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
Juru bicara Chainalysis mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa Korut berada di balik serangan tersebut.