NADIKABAR.COM — Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) menjalin kerja sama strategis dengan IDSurvey mengembangkan standar biochar nasional, membangun laboratorium biochar bertaraf internasional, memperkuat sistem pengujian dan pemantauan mutu, serta mengembangkan skema sertifikasi yang akan meningkatkan kredibilitas biochar domestik di baik pasar nasional maupun internasional.
Ketua Umum ABII, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pengembangan biochar perlu dilakukan bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga merupakan peluang strategis bagi Indonesia dalam membangun sektor pertanian dan ekonomi karbon.
"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengungkapkan selama ini permintaan terhadap biochar Indonesia sangat tinggi saat ini. Namun jumlah pasokan yang tersedia sangat terbatas hingga menjadi rebutan sejumlah negara.
"Kita tidak memiliki banyak pasokan, tapi semua orang ingin membeli biochar kita. Bahkan konsumen Jepang dan perusahaan Jepang ingin membeli biochar kita. Arab Saudi juga menginginkan biochar kita, mereka ingin menanam miliaran pohon di gurun dan iklim yang sangat kering, sehingga mereka membutuhkan retensi kelembapan yang dapat diberikan oleh biochar kita," jelas Hashim.