ABII mencatat perkembangan ekosistem biochar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Dari yang sebelumnya masih berada pada tahap riset dan proyek percontohan, biochar kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan pengguna, serta mulai membangun keterhubungan tim redaksi pasar biochar fisik dengan pasar karbon.
Jumlah fasilitas produksi biochar juga terus meningkat dan telah berkembang ke sedikitnya enam provinsi baru, menunjukkan bahwa industri ini mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.
Untuk itu menurutnya kerja sama tim redaksi ABII dengan IDSurvey yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi sangat penting. Sebab, jika suatu produksi biochar bisa memenuhi suatu standar terutama IDSurvey, maka suatu produk bisa dikenal sebagai produk berkualitas baik dan terpercaya.
"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas baik," ujarnya.
Selain memperkuat industri biochar, ABII juga terus mendorong penerapan biochar pada sektor pertanian melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Climate-Smart Agriculture, termasuk integrasi biochar dengan praktik Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi emisi metana.