Yumna mengatakan nilai tersebut semakin besar apabila dihitung secara kumulatif. Berdasarkan perhitungannya, akumulasi kerugian selama periode 2014-2024 mencapai Rp 409,6 triliun.

"Nah ini kalau kita akumulasikan, dari tahun 2014 sampai 2024, akumulasinya mencapai Rp 409,6 triliun," ungkapnya.

Menurut Yumna, besarnya nilai tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi kebijakan biodiesel. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menggunakan narasi penghematan devisa tanpa memperhitungkan potensi penerimaan ekspor yang hilang serta subsidi yang dikeluarkan.