Bisnis
HALAMAN 3 DARI 3
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Akademisi sekaligus Peneliti Senior Transisi Bersih, Aimatul Yumna menyoroti klaim penghematan devisa dari penerapan program mandatori biodiesel. Menurutnya, perhit
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 29 September 2026 pukul 13:00 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Yumna mengatakan nilai tersebut semakin besar apabila dihitung secara kumulatif. Berdasarkan perhitungannya, akumulasi kerugian selama periode 2014-2024 mencapai Rp 409,6 triliun.
"Nah ini kalau kita akumulasikan, dari tahun 2014 sampai 2024, akumulasinya mencapai Rp 409,6 triliun," ungkapnya.
Menurut Yumna, besarnya nilai tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi kebijakan biodiesel. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menggunakan narasi penghematan devisa tanpa memperhitungkan potensi penerimaan ekspor yang hilang serta subsidi yang dikeluarkan.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.