Ia juga mengatakan bahwa musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari akibat pengaruh fenomena El Nino.

"Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dengan durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal. Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang," ucapnya.

Dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, Teuku mengatakan mereka melakukan operasi modifikasi cuaca yang mengombinasikan penggunaan dry ice dengan garam (NaCl). Ia mengatakan atas arahan Presiden, operasi ini dilaksanakan secara masif.

"Kami menggunakan juga pesawat Hercules, CN-295, hingga pesawat lain yang dimiliki oleh TNI," ujar dia.

Sebelumnya, BMKG menyebut hujan mulai mengguyur wilayah Sumatra dan Kalimantan usai operasi modifikasi cuaca dengan metode dry ice dan garam (NaCl) diterapkan.