Hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan terjadi di wilayah seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan setelah OMC dilakukan dengan menggabungkan dry ice dan Nacl.Menurut Faisal, pihaknya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut Nasional mendatangi wilayah Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk mengendalikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Faisal menyebut selama dua sampai empat minggu sebelum datangnya musim hujan, kebakaran meningkat di sejumlah wilayah. Sehingga, pihaknya pihaknya mencoba menerapkan OMC dry ice dan menebar garam NaCl untuk mengurangi untuk mengurangi kepekatan asap.

"Saat ini, kita harus terus memperkuat karena menjelang dua sampai empat minggu sebelum datangnya musim hujan, kebakaran cukup meningkat ya di beberapa lokasi. Sehingga, kami mencoba untuk menerapkan dry ice," kata Faisal.

Menurut Faisal, OMC dry ice dilakukan untuk mengurangi kepekatan asap dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki.

Kemudian, kata Faisal, setelah asapnya naik, matahari dapat memicu penguapan dan terbentuknya awan hujan. Setelah itu, BMKG melakukan penyemaian awan menggunakan Nacl.