Selain itu hingga hari ini BPBD juga memastikan belum menerima laporan maupun aduan terkait dampak kekeringan ekstrem yang dialami warga. Kepastian itu diperoleh setelah pihak BPBD berkoordinasi intensif dengan jajaran kepala wilayah, enam camat, serta 50 lurah, di seluruh wilayah Kota Mataram.

Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, ketersediaan air bersih masyarakat sejauh ini masih relatif aman dan tidak ditemukan adanya sumur warga yang mengering.

"Begitu pula di sektor pertanian, aktivitas bercocok tanam masih berjalan normal tanpa memicu kekeringan ekstrem yang menyebabkan kegagalan panen maupun gagal tanam," katanya.

Meskipun diakuinya debit air pada saluran irigasi terpantau mengalami penurunan akibat berkurangnya pasokan air dari wilayah hulu, tapi aliran air tersebut dipastikan masih berfungsi untuk mengaliri lahan pertanian.