"Sehingga nanti terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan, sehingga bencana meteorologi basah yaitu banjir, longsor itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang," ujar Teuku Faisal Fathani.

BMKG sebelumnya menyatakan kondisi El Nino intensitas moderat hingga kuat akan bertahan di Indonesia hingga awal 2027. Dampak El Nino di Indonesia akan meningkatkan potensi kekeringan, krisis air serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Desember 2026 sampai Februari 2027.