NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan evaluasi dan memperketat standar operasional prosedur menyusul laporan masyarakat mengenai ditemukannya material dry ice yang jatuh di pemukiman warga saat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan pengetatan prosedur tersebut dilakukan melalui pemasangan saringan khusus pada corong penabur serta memecah dry ice menjadi butiran yang lebih halus agar habis menguap di udara sebelum mencapai permukaan tanah.

Langkah evaluasi dan penyesuaian teknis itu ditempuh agar pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca (OMC) berbasis dry ice atau karbon dioksida padat bersuhu ekstrem minus 78,5 derajat Celsius tetap berjalan aman, dalam upaya mengurai penumpukan kabut asap karhutla.