Penerapan teknologi dry ice itu melengkapi pengerahan total 49 armada udara nasional yang mencakup 32 unit untuk pengeboman air serta 17 unit pesawat patroli dan OMC di berbagai wilayah, yang juga didukung oleh lebih dari 60 ribu personel gabungan di jalur darat pada enam provinsi prioritas.

Melalui kombinasi penanganan udara dan darat yang kini diperketat standarnya tersebut, area terbakar yang berhasil dipadamkan telah mencapai 454,25 hektare dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektar hingga 19 Oktober 2026 di enam provinsi prioritas; Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Mencapai 454,25 hektare. Masyarakat diimbau untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta tidak melakukan aktivitas pemicu kebakaran hutan demi menjaga keselamatan bersama," kata Berton.