Sebelumnya, dia menjelaskan operasi udara menggunakan dry ice disemai dari pesawat pada lapisan inversi di ketinggian 5.000 - 7.000 kaki untuk memicu pendinginan cepat di atmosfer, sehingga asap karhutla yang terperangkap di lapisan bawah dapat terdorong naik dan menyebar secara meluas.

BNPB menilai uji coba teknologi OMC tersebut telah menunjukkan peningkatan jarak pandang, seperti di area Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang, Sumatera Selatan, di mana penyemaian butiran dry ice berukuran sekitar tiga milimeter pada 16 Oktober 2026 berhasil memperbaiki jarak pandang dibanding hari sebelumnya.

Operasi udara dengan teknologi itu dilaksanakan melalui kolaborasi BNPB, TNI, dan BMKG di wilayah Sumatera Selatan sejak 16 Oktober 2026 menggunakan pesawat Casa 212 REG. A-2117, dan resmi diperluas ke Kalimantan Tengah mulai 19 Oktober 2026 dengan mengerahkan pesawat Casa 212-200 / A-2107.