"Hari ini pimpinan MPR Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di daerah perbatasan, di Pulau Natuna, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Dipilihnya Natuna adalah karena ini adalah bagian dari daerah perbatasan dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara sekaligus. Ini menjadi satu kawasan yang sangat strategis bagi kita," ucap Muzani.

Muzani menambahkan, pembangunan kawasan perbatasan perlu dilakukan secara menyeluruh karena masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut merupakan bagian penting dari keberadaan negara di kawasan terluar.

"Daerah perbatasan itu dalam pandangan kami, bukan hanya dijaga secara keamanan dan pertahanannya, tapi juga dari sisi kemakmuran. Masyarakat yang ada di daerah tersebut harus tetap dijaga," tegasnya.

Muzani juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung aktivitas masyarakat, khususnya nelayan. Ia menyebut sarana transportasi, dermaga, jembatan, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan sebagai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

"Kemudian ada beberapa hal lagi, misalnya perlu ada support terhadap sarana transportasi seperti dermaga, jembatan, dan cold storage di daerah-daerah nelayan, perkampungan-perkampungan nelayan," terang Muzani.

Selain itu, kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara pengelolaan perbatasan dan kebutuhan pembangunan daerah di Kabupaten Natuna, meliputi pelayanan dasar, konektivitas, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengelolaan pulau terluar, serta pengawasan wilayah.

Sebagai informasi, kunjungan ini turut dihadiri Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) beserta jajaran, Wakil Gubernur Kepri Nyangnyang Haris Pratamura, Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Jarmin Sidik, serta Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus.