NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menguatkan peran para tenaga pendidik di Sumatera Barat (Sumbar) dalam menangkal radikalisme di sekolah masing-masing.
Penguatan kapasitas dan pemahaman itu dilakukan oleh BNPT melalui lokakarya (workshop) yang di gelar di Padang, Sumbar, Kamis, yang melibatkan para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah sebagai peserta.
"Kami menginginkan satuan pendidikan di Sumbar bisa terbebas dari radikalisme dan peserta didik terlindungi," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kontra Radikalisasi BNPT Kolonel Corps peralatan (Cpl.) Hendro Wicaksono.
Ia mengatakan para siswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa harus dilindungi secara maksimal sehingga jalan mereka untuk menggapai mimpi dan cita-cita tidak dirusak oleh radikalisme.
Ia menekankan komite sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan memegang peranan penting dalam melindungi siswa agar tidak terpapar radikalisme.
Pihaknya mencatat secara nasional ada sekitar 533 pelajar yang terpapar radikalisme, untungnya semua anak itu telah diintervensi.
Intervensi dilakukan dengan cara membina dan menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan terhadap anak bersangkutan serta mengurai berbagai masalah yang dialami oleh anak.
Hendro mengajak penyelenggara satuan pendidikan menyadari bahwa pola kehidupan saat ini mengalami perbedaan dengan masa lalu, terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi dan media sosial.
"Dengan derasnya arus informasi maka harus ada formula yang bijaksana untuk membuat anak-anak mengerti tentang batasan, mana yang bisa diterima dan mana yang tidak," katanya.
Ia juga menekankan bahwa pihak sekolah harus mampu mencegah terjadi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Sebab, aksi itu dapat menyisakan rasa dendam dan ketidakpuasan terhadap korban, sering kali kondisi itu kemudian menjadi pemicu bagi anak mencari jalan dengan melakukan aksi radikalisme.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumbar Mursalim menyampaikan terima kasih kepada BNPT yang sudah menggelar kegiatan itu sebagai bekal pengetahuan bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah di Sumbar.
Melalui kegiatan itu peserta mendapatkan pemahaman tentang radikalisme, cara menjaga dan melindungi siswa, dan cara menangani ketika ada siswa yang terpapar paham tersebut.
Ia mengharapkan materi dan ilmu yang didapatkan dalam lokakarya itu dapat diterapkan di sekolah masing-masing, demi mewujudkan satuan pendidikan Sumbar yang bebas dari radikalisme.