Eddy menjelaskan FKPT merupakan mitra BNPT di daerah yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan membantu menyesuaikan kegiatan pencegahan dengan kebutuhan setempat.

Ia menilai perlindungan anak dari paparan ekstremisme tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan fisik, tetapi juga perlu menjangkau aktivitas mereka di ruang digital.

Karena itu, BNPT mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kemampuan anak menghadapi konten yang berpotensi mengarah pada ekstremisme.

"Orang tua, guru, satuan pendidikan, komunitas, serta lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun daya tangkal anak, termasuk FKPT," kata Eddy.

Menurut dia, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

BNPT berharap penguatan literasi digital, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis dapat membantu anak serta remaja menggunakan teknologi secara bijak sekaligus mengurangi risiko terpapar narasi ekstremisme.