Orang tuanya menyimpan beberapa buku di mobil agar ia bisa membaca di perjalanan. "Ayah, bagaimana kalau aku bosan? Aku harus punya setidaknya satu buku untuk dibaca!" ujar Arjun.

Minatnya membawanya ke sains tingkat lanjut. Ia menyelesaikan kursus pengayaan fisiologi manusia dan biologi sel melalui Center for Talent Development di Northwestern University, Amerika Serikat.

Minat pada kedokteran juga menginspirasi ide penemuan. "Aku ingin membuat mesin yang bisa menemukan kuman segera setelah masuk dalam tubuh, sehingga dokter bisa membantu orang sebelum mereka sangat sakit," katanya.

Pengetahuannya terkadang mengejutkan orang tuanya. Saat belajar reproduksi manusia, Arjun pernah berkata pada ibunya: "Syukurlah Ibu punya sel telur! Kalau tidak, aku dan adikku takkan pernah ada di dunia!"

Arjun juga menunjukkan kemampuan matematika tingkat lanjut. Ia hafal tabel perkalian dari satu hingga 20 dan senang mengotak-atik bilangan kuadrat, pangkat tiga, sampai pola angka.