Ia juga pernah bertanya apa yang akan terjadi jika seseorang mengebor lubang menembus Bumi. Selain kedokteran dan matematika, ia menggemari astronomi dan lubang hitam. Ia bermimpi menjadi astronot.

Menurut Education Times, Arjun mencetak skor 141 pada Stanford-Binet Intelligence Scales Edisi Kelima saat berusia empat tahun 10 bulan, mengungguli sekitar 99,7% dari populasi tes tersebut.

Meski pencapaiannya luar biasa, orang tuanya tidak menekannya. "Kami percaya tiap anak memiliki minat, kekuatan, dan kemampuan unik. Tanggung jawab kami bukan memaksakan ambisi kami, melainkan mengenali minat, mendorong rasa ingin tahu, dan memberi kesempatan mengeksplorasi ketertarikannya," kata sang ayah.

Di luar jam belajarnya, Arjun menikmati musik, melukis, dan menghabiskan waktu bersama teman serta adik perempuannya. Orang tuanya ingin ia mengembangkan sifat kebaikan, belas kasih, dan kegigihan.

"IQ sangat tinggi tak boleh membebani atau mendefinisikan identitas anak. Kami ingin Arjun bangga dengan pencapaiannya, tapi kami juga ingin ia memahami kebaikan hati, kasih sayang, kerendahan hati, kegigihan, dan dedikasi sama pentingnya," sebut ayahnya, dikutip NadiKabar dari VN Express.