NADIKABAR.COM — Elliott Tanner, anak ajaib asal Amerika Serikat, masuk kuliah pada usia sembilan tahun dan kini menempuh pendidikan doktor bidang fisika pada usia 18 tahun untuk meneliti misteri materi gelap (dark matter).
Remaja asal Minnesota ini merupakan mahasiswa program doktoral (PhD) tahun keempat di University of Minnesota, tempat ia bekerja bersama tim ilmuwan internasional yang menyelidiki salah satu pertanyaan terbesar alam semesta.
Dikutip NadiKabar dari VN Express, perjalanan akademisnya yang luar biasa dimulai jauh sebelum sebagian besar anak masuk sekolah dasar.
Saat masih TK, ia sudah bisa membaca secara mandiri, memecahkan soal matematika kelas empat, dan berminat kuat pada sains. Ibunya, Michelle Tanner, menyebut bahwa kemampuannya membuat sekolah konvensional jadi sulit baginya.
Karena tak menemukan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan kecepatan belajarnya, orang tuanya memutuskan mendidiknya homeschooling. "Saya merasa tak cocok dengan sistem sekolah biasa mana pun," ungkapnya.
Ia menyelesaikan SMA pada usia delapan tahun dan kuliah di Normandale Community College hanya tiga minggu setelah ulang tahun kesembilan. Meski usianya jauh lebih muda dari teman sekelas, ia berprestasi luar biasa. Tanner lulus Mei 2020 di usia 11 tahun dengan gelar associate (setara diploma) bidang matematika berpredikat pujian tertinggi dan IPK sempurna 4,0.
Tanner melanjutkan pendidikannya secara transfer ke University of Minnesota, tempat ia memperoleh gelar sarjana fisika dengan minor di bidang matematika bulan Mei 2022 di usia 13 tahun. Ia melanjutkan progres akademisnya dengan meraih gelar magister (S2) fisika bulan Desember 2023 di usia 15 tahun.
Kini di usia 18 tahun, Elliott bekerja dalam kolaborasi Super Cryogenic Dark Matter Search (SuperCDMS), proyek ilmiah internasional yang berupaya mendeteksi materi gelap, zat tak kasatmata yang diyakini membentuk sekitar 85% materi alam semesta.
Proyek ini menggunakan alat detektor yang sangat sensitif yang dipasang sekitar dua kilometer di bawah tanah di Kanada untuk mencari partikel yang belum pernah diamati secara langsung oleh para ilmuwan.
Pendidikannya yang dipercepat juga memunculkan pertanyaan tentang apakah ia kehilangan masa kecil. Ibunya menepisnya dengan mengatakan putranya tetap menjaga pertemanan dan menikmati kegiatan masa kecil pada umumnya, meski ia menghabiskan sebagian besar awal kehidupannya untuk belajar bersama orang dewasa.
Elliott diizinkan untuk mengejar minatnya sesuai dengan kecepatannya sendiri dan menikmati berbagai kegiatan seperti pergi ke bioskop maupun taman hiburan. "Aspek kesehatan mental bagi anak-anak berbakat itu sangatlah penting," kata ibunya.
Di luar penelitiannya, Elliott senang permainan papan, menghabiskan waktu bersama teman, jalan-jalan, dan membuat pemrograman komputer. Ia berharap dapat meniti karier di dunia pendidikan tinggi setelah menyelesaikan program doktornya.
Ia berpesan ke para pelajar lain untuk meluangkan waktu bagi kehidupan di luar urusan studi. "Luangkanlah waktu sejenak untuk bersantai dan menikmati hidup. Jangan sampai sepenuhnya terjebak hanya pada urusan tugas kuliah dan nilai," tuturnya.