"Tujuan kita adalah Indonesia dalam 2-3 tahun akan sampai setara dengan Cambodia. Itu berarti apa? Masalah fiskal kita yang selalu disoroti oleh Financial Times, oleh The Economist, oleh pengamat-pengamat, Indonesia lemah, Indonesia lemah, Indonesia lemah. Indonesia tidak lemah," tambah Hashim.
Hashim sempat menyoroti rasio penerimaan negara lebih rendah dibanding dengan negara lain. Menurutnya, rasio penerimaan negara Indonesia masih berada di kisaran 12% terhadap produk Domestik Bruto (PDB).
Selisih penerimaan negara Indonesia bila dibandingkan dengan negara tetangga sangat timpang. Terhadap Kamboja saja selisihnya mencapai 6% dari PDB tercatat.
"Selisihnya antara 18% dan 12% itu adalah 6%. 6% dari yang tercatat adalah Rp 15.000 triliun, 6% itu adalah berapa? Sorry, Rp 25.000 triliun, 6% itu berapa? Rp 1.500 triliun, bukan? Ini sebetulnya kita terima tiap tahun tambahan Rp 1.500 triliun kalau kita seperti Kamboja," jelas Hashim.