Saat ditanya mengenai perusahaan mana yang nantinya akan menjadi induk atau holding, Dony mengatakan keputusan juga belum diambil. Danantara masih memperhitungkan beberapa aspek.

"Belum bisa diputuskan. Tadi saya bilang kan kita tentu lihat cost and benefit-nya. Kita lihat kalau skemanya seperti ini manfaatnya apa, kalau skemanya begini manfaatnya apa, kita pilih yang terbaik nanti," ujarnya.

Terlepas dari struktur perusahaan yang nantinya dipilih, Dony mengatakan Danantara ingin mengarahkan perusahaan gas BUMN untuk lebih fokus pada bisnis midstream dan downstream. Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan gas (jargas) hingga ke rumah tangga.