NADIKABAR.COM — Banyak orang yang menyarankan untuk jangan langsung mandi setelah makan. Alasannya karena hal itu bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Apakah anggapan ini benar-benar bisa dibuktikan dengan medis? Ataukah hanya mitos belaka?
Menurut Healthline, mandi dengan air hangat akan membuat tubuh mengalami proses hyperthermic action atau meningkatnya suhu tubuh bagian dalam sekitar satu sampai dua derajat. Sebenarnya hal ini bagus untuk mendorong daya tahan tubuh dan menenangkan sistem saraf.
Namun, suhu tubuh juga akan naik setelah makan. Rasa hangat setelah makan sebenarnya adalah respon tubuh untuk mengalirkan banyak darah ke organ pencernaan. Detak jantung juga akan lebih cepat yang membuat rasa tidak nyaman saat perut dalam keadaan kenyang.
Beberapa orang mengatakan bahwa mandi setelah makan bisa mengganggu proses pencernaan. Proses ini akan membuat tubuh bingung untuk mengalirkan darah ke pencernaan dan merespon peningkatan suhu akibat air hangat.
Mandi setelah makan juga bisa mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke kulit. Kondisi ini bisa menyebabkan pencernaan terganggu, mendatangkan kram perut, dan perut kembung.
Penting untuk diketahui bahwa dugaan tersebut belum bisa dipastikan. Belum ada penelitian yang mengonfirmasi mandi setelah makan bisa berbahaya bagi tubuh.
Lalu, bagaimana dengan mandi air dingin setelah makan?
Mandi dengan air dingin bisa menjadi pilihan jika ingin menghindari penggunaan air panas setelah makan. Berbeda dengan mandi air panas, mandi air dingin tidak meningkatkan suhu tubuh dan tidak mengalihkan aliran darah dari organ pencernaan.
Mandi dengan air dingin juga memiliki manfaat lain dengan meningkatkan metabolisme dan membakar lemak lebih banyak dari makanan yang baru disantap. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para ahli menyarankan untuk mandi 30 menit setelah makan.
Hal yang perlu dihindari setelah makan
Selain mandi setelah makan, ada juga hal-hal yang dianggap kurang baik bagi pencernaan. Beberapa diantaranya memiliki bukti penelitian yang lebih kuat, berikut penjelasannya.
Hindarilah untuk langsung sikat gigi setelah makan. Sisa makanan dan minuman yang bersifat asam bisa melunakkan enamel atau lapisan terluar gigi untuk sementara. Menyikat gigi saat proses tersebut bisa meningkatkan risiko pengikisan enamel.
Selain mandi air panas, olahraga juga bisa membuat suhu tubuh menjadi panas dan membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih aktif. Hal tersebut tidak baik bagi pencernaan karena aliran darah bisa dialihkan menjauhi lambung dan usus.
Beberapa penelitian menjelaskan bahwa berenang di kolam hangat tidak melonjakkan suhu tubuh secara drastis sehingga tidak terlalu mengganggu pencernaan. Berenang setelah makan mungkin akan menyebabkan kram otot ringan tetapi hal ini jarang terjadi.
Tidur setelah makan bisa membuat gravitasi yang mendorong makanan dari kerongkongan menuju lambung menjadi lemah. Proses ini menyebabkan lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan panas di dada, perut bergas, dan gangguan pencernaan lain.