NADIKABAR.COM — Apple akhirnya masuk ke pasar ponsel lipat lewat iPhone Duo. Alih-alih melihat kehadiran pesaing baru sebagai ancaman, Google justru menilai langkah Apple bisa membantu mendorong popularitas ponsel lipat secara keseluruhan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, dalam sebuah wawancara dengan Tom's Guide. Menurutnya, Android sudah lebih dulu menjadi tempat berkembangnya teknologi ponsel lipat.

"Menurut saya, sungguh luar biasa melihat semakin banyak orang menyadari setelah sekian lama bahwa pasar ponsel lipat adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi. Dan Android biasanya adalah tempat kita melihat masa depan terlebih dahulu," kata Samat seperti dikutip dari Tom's Guide.

Android memang lebih dahulu masuk ke pasar ponsel lipat. Samsung meluncurkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019, jauh sebelum Apple menghadirkan iPhone Duo. Kini, kategori tersebut memasuki fase baru setelah Apple ikut bermain.

Samat sendiri mengaku menggunakan Galaxy Z Fold 8 dan menyukai perangkat tersebut, terutama untuk menunjang produktivitas.

"Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa. Perangkat ini membantu saya menyelesaikan banyak pekerjaan. Saya sering kali memulai produktivitas di perangkat itu, lalu beralih ke laptop saya," aku Samat.

Masuknya Apple, menurut Samat, berpotensi memperluas perhatian konsumen terhadap ponsel lipat. Counterpoint Research memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25% pasar ponsel lipat global pada 2026, meski periode penjualannya lebih pendek karena perangkat baru masuk pasar pada paruh kedua tahun tersebut.

Untuk 2027, Counterpoint memperkirakan pangsa Apple dapat meningkat hingga 40%. Lembaga riset tersebut juga memperkirakan pengiriman ponsel lipat global tumbuh 37% pada 2027.