Samat melihat pertumbuhan tersebut sebagai sesuatu yang pada akhirnya dapat menguntungkan seluruh ekosistem Android. Semakin banyak konsumen tertarik pada bentuk ponsel lipat, semakin besar pula alasan bagi para pengembang untuk membuat aplikasi yang memanfaatkan layar berukuran besar.
"Saya rasa ini menunjukkan sesuatu yang sudah lama kita ketahui di ekosistem Android, yaitu bahwa ruang untuk ponsel lipat, faktor bentuk ponsel lipat itu luar biasa," ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi menarik karena salah satu tantangan ponsel lipat Android selama ini adalah dukungan aplikasi. Tidak semua aplikasi langsung dirancang untuk memanfaatkan layar besar ketika perangkat dibuka. Namun, Google mengatakan ribuan aplikasi sudah mulai beradaptasi.
"Saya pikir seiring semakin populernya faktor bentuk ini, para pengembang menyadari bahwa semakin banyak nilai yang bisa diinvestasikan di dalamnya," kata Samat.
"Saya pikir salah satu hal yang telah kami lakukan adalah membuat alat-alatnya lebih sederhana dan mudah bagi mereka untuk berinvestasi. Dan tentu saja ada aplikasi yang belum melakukan transisi itu. Entah mereka sedang mengerjakannya, atau kami sedang berdiskusi dengan mereka, tetapi ada juga ribuan aplikasi yang sudah melakukannya," jelasnya.
Apple memiliki satu keunggulan yang sulit diabaikan, ekosistem. Konsumen yang sudah menggunakan iPhone, Mac, Apple Watch, AirPods, dan berbagai layanan Apple mungkin membutuhkan alasan kuat untuk berpindah ke Android.
Karena itu, kehadiran iPhone Duo berpotensi membuka pasar baru, pengguna Apple yang sebelumnya tidak memiliki opsi ponsel lipat tanpa harus meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan. Sedangkan bagi Android, kondisi tersebut justru dapat memperbesar ukuran kategori ponsel lipat.