Sudaryono menjelaskan BGN telah menutup 833 SPPG yang tidak memenuhi persyaratan setelah dirinya diangkat menjadi kepala. Tak berhenti di situ, saat ini dilakukan penutupan terhadap1.999 SPPG yang tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Kemudian kami sampaikan terkait penutupan SPPG, kami begitu masuk menutup 833 yang kemarin memang tidak memenuhi persyaratan. Kemudian kami menutup yang tidak mendaftarkan SLHS itu totalnya 1.999," tuturnya.
Setelah penutupan dilakukan satu per satu SPPG mulai menyampaikan perkembangan terkait SLHS. Ada yang menyatakan telah memiliki sertifikat tersebut, sementara sebagian lainnya masih dalam proses bahkan dinyatakan tidak lolos.