Selain itu, pasar saham AS dinilai sangat didominasi oleh sektor teknologi, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia menilai belum ada kepastian sejauh mana tren kenaikan sektor tersebut akan berlanjut.
"Karena dia bilang, saya suka sekali dengan Indonesia, karena sekarang saya mau invest di mana lagi? Di Amerika? Di Amerika itu terlalu risky," jelasnya.
Sementara di Eropa, para investor dengan persoalan utang yang tinggi dan defisit anggaran yang lebar. Menurut Destry, kondisi tersebut membuat Asia masih menjadi kawasan yang dinilai relatif aman bagi investor.