Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin sore. Mata uang Garuda berada di level Rp18.135 per dolar AS atau turun 55 poin setara 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.080 per dolar AS.

Rupiah pernah menyentuh level yang lebih lemah pada Juni 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, rupiah sempat berada di level Rp18.188 dan Rp18.196 per dolar AS pada 8 Juni.

Pengamat pasar mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah antara lain berasal dari arus modal keluar di pasar saham domestik yang masih berlangsung intensif.

"Outflow yang masih intensif di pasar ekuitas domestik, yang sudah melewati Rp1 triliun hanya di sesi pertama," kata Lukman kepada NadiKabar.com.