Bisnis
HALAMAN 3 DARI 3
Bos BI soal Rupiah Mepet Level Terlemah di 2026: Kita Tetap Monitor
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti tetap memonitor pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kala mata uang Garuda mendekati level terlemah sepanja
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 08:57 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Sementara itu, Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak dunia.
Sebagai importir neto minyak, Indonesia berisiko menghadapi kenaikan biaya impor energi serta belanja subsidi dan kompensasi energi.
Ia menyoroti harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang telah mencapai US$91,9 per barel hingga akhir September 2026, jauh di atas asumsi APBN sebesar US$70 per barel.
"Setiap kenaikan ICP sebesar US$1 per barel berpotensi memperlebar defisit APBN hingga Rp6,8 triliun," kata Ibrahim dalam keterangannya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.