Destry menjelaskan, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekspor, impor, dan investasi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Nah dengan adanya diversifikasi dari penggunaan mata uang untuk transaksi ekspor, impor ataupun investasi tentu nantinya ini akan mengurangi penggunaan juga dolar AS sehingga juga nilai tukar kita juga akan bisa lebih balance," jelasnya.
Saat ini, BI telah menjalin kerja sama LCT dengan sekitar 6-7 negara. Kerja sama tersebut terus diperluas melalui pendekatan bilateral dengan sejumlah negara mitra dagang Indonesia.