Jeffrey menambahkan, kebijakan tersebut cukup efektif untuk meredam kepanikan. Hal tersebut tercermin dari pelemahan IHSG saat ini sebesar 5% hingga penutupan perdagangan sesi I.
"Dari pantauan kami, sesi pertama ini itu cukup efektif untuk meredam kepanikan pasar. Sampai tadi saya turun, indeks kita turun kira-kira 5%. Ya tentu ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada, tetapi kepanikan seperti yang terjadi di hari Jumat itu sudah berkurang," pungkasnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG diketahui melemah hingga 11,57% ke level 5.185,10. Pelemahan tersebut terjadi menyusul pengumuman MSCI terkait reklasifikasi status pasar modal RI menjadi Standalone Market.
Kemudian pagi tadi, BEI merevisi ARB saham menjadi maksimal 7% untuk saham pada rentang Rp 11 hingga Rp 200. Angka ini turun dari kebijakan sebelumnya sebesar 15%.