NADIKABAR.COM — Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku terkejut dengan pengumuman MSCI terkait potensi reklasifikasi status pasar modal RI dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Pasalnya, pengumuman hasil tinjauan indeks dijadwalkan diumumkan bulan November 2026.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan hasil peninjauan indeks MSCI seharusnya diumumkan pada 12 November. Ia menyebut pengumuman MSCI tersebut juga mengejutkan para pelaku pasar.

"Kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, yang pelaku pasar juga surprise. Kok bisa jauh lebih awal ya biasanya kan seminggu atau dua minggu dengan final announcement itu di November kan di awal November, 12 November kalau nggak salah. Nah ini lebih awal hampir sebulan sebelumnya itu terus terang di luar perkiraan kami juga," ungkap Iding kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Iding menjelaskan, BEI bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia, telah menemui lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan sejumlah investor. Pertemuan tersebut dilakukan di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026).

Namun dalam pertemuan tersebut tidak membahas tentang reklasifikasi status pasar saham modal Indonesia. Iding menjelaskan, pertemuan tersebut lebih membahas tentang kebijakan fiskal, moneter dan reformasi badan usaha milik negara (BUMN).

"Satu pertanyaan mengenai MSCI, ya memang kita memberikan kesempatan untuk masing-masing pihak, termasuk MSCI. MSCI sewaktu itu mempertanyakan mengenai yang tadi saya sampaikan efektivitas dan enforcement gitu aja, jadi tidak ada signal gitu ya, bahwa oh ini ada kemungkinan di stand alone market," terangnya.

Iding menambahkan, sejauh ini MSCI dan investor global menghargai inisiatif Self-Regulatory Organization (SRO) terkat reformasi pasar modal RI. Namun ia tak menyangkal masih ada sejumlah kekhawatiran investor global terhadap pasar modal RI.

"Namun mereka tetap ya, dari ya mungkin teman-teman sudah membaca, jadi dari concern terakhir, dari pengumuman terakhir dengan konsultasi itu, sebagian investor global masih mempertanyakan mengenai efektivitas dan enforcement," pungkasnya.