Pandu juga mengingatkan MSCI pun bukan satu-satunya lembaga pemeringkatan yang menilai pasar modal Indonesia. Lembaga lain juga memiliki penilaiannya sendiri, dan tidak semua seburuk MSCI.
"Juga terakhir FTSE Russell pun tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging meskipun efektivitas reformasi terus dipantau Jadi ada juga index provider lain yang memiliki opini berbeda," papar Pandu.
Fundamental Emiten RI KuatDi sisi lain, Pandu juga menilai persoalan tata kelola pasar modal jangan sampai disamakan dengan kualitas fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.
Pasalnya, kata Pandu, dari 146 emiten yang melantai di pasar modal Indonesia, tercatat pendapatan tahunan di atas Rp 5 triliun, nilai itu berasal dari total 134 emiten yang berhasil mencatatkan laba. Secara agregat, laba perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh 15% pada semester I 2026, sementara pendapatan meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.