Selain itu, sebanyak 121 emiten non keuangan memiliki total kas Rp 583 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan masih ada perusahaan dengan fundamental yang kuat di pasar modal Indonesia. Dia juga menyebutkan sebanyak 61 dari 146 emiten yang dipaparkan memiliki tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) di atas 19%.

Di sektor perbankan dan konsumsi, lanjut Pandu, terdapat perusahaan dengan ROE sekitar 20% dan rasio harga saham terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) di bawah 10 kali.

"Pasarnya silakan saja dibenahi tetapi kekuatan bisnis perusahaan Indonesia tetap perlu dilihat secara objektif," tegas Pandu.