Secara lebih rinci, investor AS menyumbang sekitar 52% dari keseluruhan permintaan. Menurut Pandu, tingginya minat tersebut menunjukkan daya tarik instrumen investasi Danantara di mata investor internasional.

"Investor Amerika Serikat menyumbang 52% dari total permintaan obligasi yang mencapai empat kali lipat dari nilai penerbitannya. Jadi, obligasi ini sangat menarik bagi investor."