Kiki juga mengatakan, minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik masih tetap tinggi. Hingga 28 Oktober 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal domestik mencapai Rp 202,04 triliun yang didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang atau sukuk sebesar Rp 150,43 triliun.

Sementara itu, kinerja fundamental emiten domestik juga diklaim terjaga. Hal tersebut tercermin dari kinerja emiten, di mana 73,54% emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan 2026.

"Basis investor juga terus tumbuh terlihat dari jumlah single investor identification atau SID yang terus meningkat dan telah mencapai 33,36 juta SID per 26 Oktober 2026 atau tumbuh 63,94% year to date," pungkasnya.