NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim pasar modal Indonesia membaik secara bertahap di kuartal III-2026. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang kuartal III.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan IHSG ditutup pada level 6.071,14 pada akhir kuartal III-2026. Angka tersebut menguat 7,58% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) seiring kembali masuknya dana asing ke pasar modal domestik.

"IHSG ditutup pada level 6.071,14 pada akhir triwulan III-2026, hal ini menguat 7,58% quarter-to-quarter seiring kembali masuknya dana asing ke pasar domestik, terutama di Juli dan Agustus," ungkapnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Kendati demikian, perempuan yang akrab disapa Kiki itu tak menampik IHSG kembali melemah dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan OJK, IHSG sempat terkoreksi usai pengumuman konsultasi MSCI terkait status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

"Per 30 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.057,05 atau terkoreksi 16,7% month-to-date (mtd)," jelasnya.

Di sisi lain, OJK memastikan industri pengelolaan investasi tercatat stabil yang tercermin dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sebesar Rp 640,05 triliun hingga 27 Oktober 2026. Angka tersebut tumbuh 0,46% mtd yang ditopang oleh net subscription sebesar Rp 14,11 triliun mtd.

Kiki juga mengatakan, minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik masih tetap tinggi. Hingga 28 Oktober 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal domestik mencapai Rp 202,04 triliun yang didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang atau sukuk sebesar Rp 150,43 triliun.

Sementara itu, kinerja fundamental emiten domestik juga diklaim terjaga. Hal tersebut tercermin dari kinerja emiten, di mana 73,54% emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan 2026.

"Basis investor juga terus tumbuh terlihat dari jumlah single investor identification atau SID yang terus meningkat dan telah mencapai 33,36 juta SID per 26 Oktober 2026 atau tumbuh 63,94% year to date," pungkasnya.