"MVNO hanya menguntungkan dalam pemanfaatan infrastruktur, namun kemudian merugikan Anda dengan pelanggan ritel Anda sendiri. Menurut saya bukanlah ide bagus untuk menggandeng SpaceX melalui perjanjian MVNO sekarang," tambahnya.

Ini komentar menarik mengingat T-Mobile menjadi mitra eksklusif SpaceX di AS pada versi pertama Starlink Mobile, yang dijuluki T-Satellite. Beberapa bulan terakhir, T-Mobile seakan mengecilkan T-Satellite sembari melontarkan kemungkinan bermitra dengan penyedia satelit lain.

SpaceX mengumumkan rencana mengubah Starlink Mobile menjadi operator seluler utama keempat di AS, bersaing langsung dengan AT&T, T-Mobile, dan Verizon. SpaceX mengincar penggunaan satelit generasi berikutnya dan menara BTS untuk menyediakan jangkauan di AS.

CTO T-Mobile John Saw mencoba memberikan pandangan realistis terhadap ambisi Starlink Mobile. Menurutnya, SpaceX perlu menghabiskan puluhan miliar dolar lebih banyak untuk membeli tambahan spektrum radio dan membangun infrastruktur darat.

Namun Hottges melangkah lebih jauh dengan mempertanyakan langkah SpaceX sebagai operator. "Kami punya 85.000 antena seluler di Amerika. Elon Musk harus membangun semua itu terlebih dahulu," kata HΓΆttges.