"Ini bukan hanya soal melakukannya dalam bahasa Inggris saja, tetapi multibahasa. Konteksnya juga harus multibahasa," ujarnya.

Carlos kemudian menggambarkan situasi ketika tiga orang berbicara menggunakan bahasa berbeda dalam satu percakapan. Menurutnya, AI dapat memahami siapa yang berbicara, bahasa yang digunakan, serta konteks pembicaraan tersebut.

"Kita bisa saja sedang melakukan meeting ini dengan tiga bahasa berbeda. Anda berbicara Bahasa Indonesia, dia berbicara Mandarin, dan saya berbicara bahasa Inggris. AI Zoom dapat memahami semuanya," kata Carlos.

Dengan perkembangan tersebut, Carlos melihat percakapan berpotensi menjadi lapisan interface atau antarmuka baru antara manusia dan teknologi. Interaksi dengan AI nantinya tidak harus bergantung pada perangkat tertentu, melainkan dapat berlangsung melalui percakapan dalam berbagai situasi dan bahasa.