"Setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," jelasnya.

Program SPHP ini dinilai berperan penting menjaga harga beras tetap terjangkau di tingkat konsumen. Perum Bulog telah menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026 dengan tingkat penerimaan 99,7 persen.

Sebanyak 662 ribu ton beras dan 133 ribu liter minyak goreng telah diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan periode Juli-September 2026 hingga telah mencapai 682 ribu ton, atau 68,44 persen dari pagu 997 ribu ton.

Selanjutnya, Perum Bulog kembali mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 dengan rencana penyaluran sebesar 997 ribu ton beras.

Khoerur mengatakan BP BUMN mendukung penugasan tersebut karena Bulog memiliki cadangan beras dari hasil serapan dalam negeri.