Sebab, kata dia, tidak semua proses pemulangan pekerja migran disampaikan terlebih dahulu kepada pihak terkait. Dengan adanya petugas yang berjaga di lokasi, BP2MI bisa lebih cepat mengetahui dan membantu PMI yang membutuhkan perlindungan.

"Kalau ada petugas kita di sana yang standby di dekat pintu imigrasinya, maka kita tahu begitu ada kendala, ini langsung kita bantu," ujarnya.

Mukhtarudin menegaskan fasilitas tersebut akan menjadi pusat bantuan dan perlindungan bagi pekerja migran, baik yang akan berangkat ke luar negeri maupun yang baru tiba di Tanah Air.

Karding mengatakan implementasi kerja sama tersebut dapat langsung dilakukan tanpa harus menunggu proyek percontohan. Dia juga telah meminta jajaran karantina di daerah, khususnya yang berada di pelabuhan internasional, untuk memberikan pelayanan kepada pekerja migran.

"Langsung aja, nggak usah (menunggu). Ini untuk kepentingan kemanusiaan. Tadi sudah saya juga minta kepada teman-teman karantina daerah, terutama yang pelabuhan internasional, yang intinya layanilah pekerja migran kita dengan manis," imbuhnya.