Iqbal mengatakan pesawat untuk penyemaian dry ice masih diberangkatkan dari Lampung. Pihaknya berharap perbaikan kondisi udara dan peningkatan jarak pandang dapat mendukung pelaksanaan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan natrium klorida (NaCl) masih menunggu perkembangan awan hujan yang memungkinkan pelaksanaan penyemaian.

Apabila kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan hujan, BPBD Sumsel akan berkoordinasi dengan BMKG sebagai dasar pelaksanaan OMC. Kondisi tersebut juga diharapkan memungkinkan helikopter untuk melakukan pemadaman karhutla melalui pengeboman air (water bombing) kembali beroperasi.

"Setelah adanya dry ice, asap diharapkan menjadi terbuka dan naik ke atas, sehingga muncul bibit-bibit awan hujan. Saat muncul nanti, kita informasikan dan sampaikan ke BMKG untuk menjadi landasan pelaksanaan OMC dan helikopter water bombing bisa terbang," kata dia.