Kepercayaan masyarakat Bali terhadap BPD Bali tecermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp36.317 miliar. Jumlah ini tumbuh 4% secara tahunan.
Kualitas pendanaan perseroan juga berjalan efisien dengan peningkatan pada porsi dana murah. Hal ini terlihat dari giro yang meningkat 13,65% dan tabungan yang tumbuh stabil. Walhasil, rasio Current Account Saving Account (CASA) mencapai level 66,47% serta mencatatkan efisiensi yang baik melalui rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 59,29%.
Efisiensi operasional dan pendanaan ini sejalan dengan profitabilitas perseroan. BPD Bali membukukan laba sebesar Rp 945 miliar, tumbuh 8,14% secara tahunan. BPD Bali bahkan mencatatkan laba terbesar peringkat kedua di tim redaksi 10 BPD di Indonesia dengan aset yang termasuk dalam peringkat 6 besar. Raihan itu berdasarkan Laporan Publikasi Keuangan Perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2026.
Selain itu, BPD Bali juga terus berupaya menjalankan fungsi intermediasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi daerah dengan penyaluran kredit. Total penyaluran kredit BPD Bali tumbuh 7,03% secara tahunan menjadi Rp 26.201 miliar. Pertumbuhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi sektor produktif dan masyarakat.