Penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatatkan pertumbuhan 14,52% secara tahunan mencapai Rp 14.154 miliar. Hal ini sejalan dengan langkah BPD Bali untuk mengoptimalkan komposisi kredit produktif yang kini berada pada 62,39% dari total portofolio kredit.

"Penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi yang melampaui target menunjukkan bahwa Bank BPD Bali senantiasa memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan usahanya sehingga dapat membantu membuka lapangan kerja dan mendukung kesejahteraan masyarakat," jelas Sudharma.

Pertumbuhan penyaluran kredit dilaksanakan dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang memadai. Bank BPD Bali berhasil menjaga kualitas kreditnya, yang terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 1,03% dan rasio Loan at Risk (LaR) yang berada pada 3,30%.