Pada kesempatan itu Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Alfi Syahriza mendukung penyelenggaraan IPOS Forum 2026 karena industri sawit memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional dan daerah, mulai dari kontribusi ekspor dan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Dia menegaskan percepatan PSR butuh dukungan menyeluruh, termasuk penyederhanaan prosedur, pendampingan petani, akses pembiayaan, dan penyediaan bibit unggul.
Sementara Ketua Gapki Sumut, Timbas Prasad Ginting, memaparkan sejumlah tantangan transformasi industri sawit nasional yang berpengaruh terhadap keberlanjutan industri sawit ke depannya seperti kebijakan mandatori B50 yang diluncurkan pada 1 Juli 2026.
Oleh karena itu, lanjutnya, upaya mencari solusi persoalan tata kelola lahan perkebunan sawit dan program peremajaan perkebunan menjadi pembahasan dalam IPOS-Forum 2026 yang mengusung tema βKemana Arah Transformasi Industri Sawit Nasional?β.
Kegiatan tahunan yang didukung BPDP tersebut terbagi atas enam sesi diskusi yang mengusung tema berbeda-beda, yaitu "Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat", "Transformasi Tata Kelola Industri Sawit Nasional", "Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit", "Problematika Pengelolaan Industri Sawit Mutakhir", "Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu", serta "Inovasi Industri Sawit".
Timbas menyebutkan penyelenggaraan IPOS Forum tahun ini dihadiri lebih dari 500 peserta yang hasilnya akan dijadikan rekomendasi kepada pemerintah.