"Jumlah pesertanya sekarang sudah mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat aktif 80,6%. Nah, tentu kita menginginkan bahwa sebagai suatu asuransi sosial, seluruh masyarakat itu aktif mengiur. Karena kalau aktif mengiur, maka terjadi saling gotong royong, yang sehat mengiur, jika ada yang sakit atau pada saatnya nanti sakit, akan bisa di-cover," jelasnya.
Seiring dengan suntikan dana jumbo tersebut, pemerintah termasuk Kemenkeu yang kini berada dipimpinnya mendorong agar BPJS Kesehatan bisa terus mengoptimalkan tingkat pengumpulan iuran serta memastikan subsidi PBI benar-benar tepat sasaran.
"Kami mendorong supaya collection, iuran, pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik, tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTSEN," pungkas Suahasil.