Di samping itu, BPKS melihat potensi Pelabuhan Sabang untuk dikembangkan sebagai pangkalan logistik bagi kegiatan minyak dan gas bumi di wilayah South Andaman. Menurutnya, pengembangan fungsi tersebut tidak membutuhkan investasi terlalu besar karena sebagian fasilitas pendukung telah tersedia.
Fasilitas yang dibutuhkan antara lain area terbuka dan gudang dengan luas sekitar 10.000 meter persegi. Sementara itu, Sabang saat ini telah memiliki fasilitas gudang seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menilai untuk kebutuhan pendanaan, Sabang bisa melibatkan Danantara sebagai potensial investor.
"Ada berbagai proyek yang mungkin financing-nya masih belum jelas, sebenarnya kalau kita connect dengan Danantara dengan potensial investment yang dia bisa alokasikan, itu juga akan menjadi good opportunity sebenarnya untuk beberapa daerah yang termasuk Sabang yang membutuhkan," ujar Faiz menanggapi pernyataan BPKS.
Tak hanya untuk proyek pembangunan pusat alih muat, Faiz juga menilai Sabang memiliki potensi kuat di sektor agrikultur. "Jadi kalau misalnya hilirisasi value added itu bisa dilakukan di agrikultur Aceh juga, itu juga bisa kita bisa mengambil curuk dari tren nasional tadi masuk ke dalam ekonomi regional di Aceh," tandas Faiz.